Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Aksi Aliansi Meratus Jilid 2

SaveMeratus.com – Menyusul ditolaknya gugatan Walhi Kalsel, Senin (22/10) oleh Majelis Hakim PTUN Jakarta Timur, Jakarta. Puluhan organisasi menggelar aksi damai menyelematkan Pegunungan Meratus di depan halaman Kantor Setdaprov Kalsel, Minggu (28/10) pagi.

Aksi gabungan ‘Aliansi Meratus Jilid II’ ini dilakukan untuk mengajak masyarakat luas peduli nasib Pegunungan Meratus dari ancaman tambang Batubara PT Mantimin Coal Mining. Selain berorasi, peserta aksi membawa spanduk dan poster berisikan fakta-fakta tentang Pegunungan Meratus yang akan terancam.

“Aksi damai ini melibatkan 30 organisasi. Seperti kita ketahui bersama, Meratus adalah sumber kehidupan bagi banyak jiwa. Sumber daya alam termasuk budaya di dalamnya. Sebagian dari Pegunungan Meratus telah ditambang, dan hanya meninggalkan banyak lubang,” ujar Ahdiat Zairullah selaku koordinator aksi damai.

Ke-30 organisasi itu ujar Ahdiat adalah Walhi Kalsel, Komunitas Sumpit, YCHI, LK3, Lembaga Kompas Borneo, Mapala Justitia, Mapala Graminea, Kompas Borneo, Mapala Apache, LPMA Borneo, BEM ULM, Mapala Uniska, GMNI, Muller Schawner, Kerukunan Mahasisswa Murakata, IMM, AMAN Kalsel, GEMBUK, HMI, JIMKA, ELSISK, DKB, Nelayan Saijaan, KTNA, PMII, Kumdatus, Mapala Sylva, dan KAMMI.

Ketua Pelaksana Aksi Damai Aliansi Meratus Jilid II, M Reza Rifani mengatakan generasi muda harus memiliki sikap. “Di hari Sumpah Pemuda ini, Pemuda-pemudi berperan mengabdikan diri kepada negara. Harus kritis. Sikap itu sebagai kontrol terhadap kebijakan pemerintah jika akan merugikan dan mengabaikan rakyat. Diterbitkannya SK Operasi Produksi PT MCM, tak hanya mengorbankan masyarkat sekitar lokasi. Tetapi masyarakat Kalsel,” ucap Reza.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengatakan aksi damai digelar untuk mengingatkan bahwa dengan ditolaknya gugatan Walhi Kalsel di PTUN Jakarta hanya satu dari bagian usaha kita yang dikalahkan. “Gugatan hukum adalah bagian dari usaha kita menyelematkan Meratus. Dukungan Masyarakat tak kalah penting, itu yang kita perlukan,” ucap Kisworo.

Kisworo mengharapkan aksi-aksi seperti ini untuk lebih sering digelar sebagai bentuk dukungan penyelematan Meratus.

Aksi damai berlangsung selama tiga jam. Dimulai dari Kantor Walhi Kalsel menuju depan Kantor Setdaprov Kalsel di Jalan Aneka Tambang, Trikora, Kota Banjarbaru. Selanjutnya, peserta aksi melakukan aksi berjalan kaki dan membentangkan spanduk, poster dan berorasi mengelilingi gedung Setdaprov Kalsel. (Rd)

 

 

    0 Comments

    No Comment.